Hari Sumasto: Antara Golf & Tenis

Written by

in

JAKARTA MEDIA CENTER: Ketika penulis sedang meliput JGC Championship di Jakarta Golf Club – Rawangun, Jakarta Timur, tiba-tiba ada call dari pak Hari Sumasto — daily golfer teman akrab Ketua Pengda PGI Banjarnegara, Jawa Tengah yang mengabarkan kalau dia siap untuk berbincang-bincang bersama Jakarta Media Center.

Tapi, setelah penulis menyampaikan informasi sedang meliput event JGC Championship, pak Hari Sumasto segera maklum dan siap untuk diinterview jarak jauh.

“Saat ini kami sedang ada di kawasan Bumi Serpong Damai,” katanya. “Karena pekerjaan yang kami laksanakan sudah  selesai, Mas saya tunggu karena saya akan practice di Driving Range Damai Indah Golf,” tambahnya.

Sepekan kemudian penulis berbincang-bincang jarak jauh bersama Hari Sumasto, dan dia mengungkapkan setelah dia akan kembali ke Banjarnegara pun di tengah perjalanan dia mendapat call dari relasinya di Kota Tegal.

“Langganan saya minta saya untuk mengganti lampu yang menerangi lapangan tenisnya dari 100 watt ke 1000 watt,” katanya.

Pensiunan yang memiliki back ground pendidikan Sarjana Teknologi Pangan, yang selama 40 tahun bekerja sebagai Penyuluh Pertanian sejak 1982 hingga 2022, ini memiliki hobi bermain tenis.

Di kemudian hari dia juga aktif menekuni olahraga golf, “Tapi, sudah cukup lama saya tidak turun ke lapangan golf, karena saat ini .. setelah pensiun saya menekuni usaha di bidang pembangunan dan renovasi lapangan tenis,” selanya, “di samping itu saya juga tetap bermain tenis bersama teman-teman saya para pensiunan ASN, Mas,” lanjut Hari Sumasto sambil tertawa.

Dalam perbincangan bersama JMC Hari Sumasto sangat bersyukur kepada Allah SWT karena dia memiliki hobi berolahraga tenis dan golf, sehingga setelah pensiunan sebagai ASN dia masih tetap memiliki kesibukan di mana dari hobi berolahraga dia masih memperoleh income untuk menunjang sekaligus menopang kehidupan rumah tangganya.

“Di era seperti sekarang, link atau jaringan untuk mengaktualisasikan siapa diri kita memang sangat diperlukan,” ujar Hari Sumasto — suami Budi Mulyani — yang telah dikaruniai tiga orang anak dan tiga orang cucu ini, menegaskan.

Lelaki kelahiran Semarang 18 Maret 1962, yang disela-sela kesibukannya sebagai penyuluh pertanian  kuliah di Universitas Widya Dharma – Klaten dan lulus pada 2006 ini, mengungkapkan prinsip hidupnya yang tidak setengah-setengah.

Oleh karena itulah maka untuk sementara hobi bermain golf-nya dia tinggalkan, karena dia tak ingin relasi yang memberinya job untuk merenovasi dan membangun lapangan tenis kecewa.

Meskipun begitu Hari Sumasto selalu meluangkan waktu untuk practice di Driving Range agar dia bisa bermain bersama relasinya yang, hobi bermain tenis juga hobi bermain golf.

Menurut Hari Sumasto olahraga golf adalah salah satu cabang olahraga yang harus ditekuni secara total dan tidak setengah-setengah agar permainan kita, “Hasilnya tidak plus terus tapi bisa minus .. setidak-tidaknya par,” selanya, “syukur bisa birdie selama permainan berlangsung,” lanjutnya.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas di masa purnabakti sebagai ASN Hari Sumasto masih bisa memberi lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat di kampung halaman istrinya.

“Orang-orang yang bekerja dengan saya mereka selalu saya ajak di mana saja saya mendapat job untuk membangun dan merenovasi lapangan tenis termasuk di luar Jawa seperti di Kalimantan.”

“Mereka senang naik kapal laut dari Jawa ke Kalimantan pulang-pergi gratis .. dan dapat imbalan pula,” kata Hari Sumasto mengakhiri perbincangan bersama JMC, sambil tertawa.

Tulisan Mas TP

Foto Dokumentasi 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *