KPK Gelar OTT di Purwokerto & Jakarta, Rektor Serta Pejabat Teras Unsoed Diamankan

Written by

in

JAKARTA MEDIA CENTER – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penindakan hukum berupa Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-19 sepanjang tahun 2026. Operasi senyap ini menyasar jajaran petinggi rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membenarkan bahwa Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, menjadi salah satu pihak yang diamankan oleh tim satgas. Selain rektor, KPK juga mengamankan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo. 

Dugaan Kasus dan Barang Bukti

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa operasi penyelidikan tertutup ini berkaitan dengan dugaan suap. Kasus ini diduga kuat melibatkan penyelenggara negara terkait pengondisian dalam proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri fakultas kedokteran. 

Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang diduga menjadi bagian dari alat transaksi suap. 

Rangkaian penangkapan dilakukan oleh KPK sejak Kamis, 20 Agustus 2026, di dua lokasi berbeda, yaitu Purwokerto dan Jakarta. 

Purwokerto: Tim KPK mengamankan 12 orang. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas sebelum sebagian dibawa ke Jakarta.

Jakarta: Tim KPK mengamankan 2 orang, termasuk Rektor Akhmad Sodiq yang saat itu sedang berada di Jakarta. 

Hingga saat ini, total ada 9 orang yang sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pihak-pihak yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai terperiksa. Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dan menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. 

KPK sangat menyayangkan dugaan praktik korupsi ini terjadi di lingkungan instansi pendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi ruang moral dan pembentukan karakter bangsa. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *