JAKARTA MEDIA CENTER – Seorang pegolf wanita, Jesslyn Wijaya Lay, dilaporkan diculik di Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Jesslyn adalah putri dari pengusaha terkemuka Ponty Wijaya. Dia diculik di sebuah restoran sesaat sebelum perayaan ulang tahun nenek tercinta.
Tragedi penculikan terjadi dengan sangat dramatis. Jesslyn diangkut oleh orang tak dikenal tepat di depan mata keluarganya pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, kala persiapan sudah rampung dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan dibopong oleh beberapa lelaki bertubuh besar menuju sebuah mobil warna hitam.
Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung. Adapun Jesslyn terdengar berteriak minta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun ditahan tetap di dalam mobil. Kendaraan tersebut kemudian meluncur meninggalkan lokasi.
Sejak saat itu, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun keluarganya. Telepon seluler korban tidak dapat dihubungi.
Peristiwa diduga penculikan tersebut dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi diperoleh pelapor, tim Polres Jakarta Pusat bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di restoran.
Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, para pelaku bakal dijerat dengan menggunakan Pasal 450 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 446 KUHP terkait dugaan Tindak Pidana Penculikan dan Perampasan Kemerdekaan.
Rekaman CCTV Tak Berfungsi
Hal menarik dan penuh misteri dari aksi penculikan ini mulai muncul. Sejumlah saksi membenarkan adanya peristiwa sebagaimana dilaporkan. Namun saat dilakukan pengecekan di lokasi, rekaman CCTV restoran tidak difungsikan.
Apakah kondisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang diselidiki, masih dalam pendalaman Polres Jakarta Pusat.
Tim Polres Jakarta Pusat juga melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban, termasuk mendatangi tempat tinggal korban. Namun korban yang berdomisili di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tetap tidak dapat dihubungi dan belum diketahui keberadaannya.
Hasil pelacakan sementara pelapor, didapati informasi adanya perjalanan ke luar negeri. Pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia. Pelapor dapat informasi pula bahwa perangkat telepon seluler milik korban masih sempat terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran.


Leave a Reply