Dari Likuiditas hingga Air Bersih, BCA Syariah Perluas Makna Pembiayaan

JAKARTA MEDIA CENTER — Penguatan perbankan tidak selalu berhenti pada pengelolaan dana dan pertumbuhan bisnis. Melalui pembiayaan dan kemitraan yang tepat, layanan keuangan juga dapat terhubung dengan pemberdayaan usaha kecil, pengembangan wakaf produktif, dan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan inilah yang tercermin dalam rangkaian kolaborasi PT Bank BCA Syariah pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Dalam ajang tersebut, BCA Syariah menjalankan tiga inisiatif dengan sasaran berbeda. Perseroan memperkuat pengelolaan likuiditas antarbank melalui instrumen SiPA, memperluas pemanfaatan wakaf uang melalui skema CWLD, serta menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan fasilitas air bersih siap minum di Kota Lhokseumawe.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, rangkaian kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem perbankan syariah di Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan fungsi intermediasi dan meningkatkan daya saing industri.

Dari sisi industri, BCA Syariah menandatangani kerja sama transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT OCBC Syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk Unit Usaha Syariah (UUS), dan PT BPD NTB Syariah.

Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan likuiditas antarbank syariah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Di luar pengelolaan dana antarbank, BCA Syariah juga meresmikan kerja sama Cash Waqf Linked Deposit bersama Wakaf Warrior. Dalam skema ini, Wakaf Warrior bertindak sebagai nazhir atau pengelola wakaf, sedangkan pengelolaan wakaf uang berbasis simpanan perbankan diarahkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM dan program wakaf produktif.

Kolaborasi tersebut turut dikaitkan dengan pengembangan program kota wakaf yang diinisiasi Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia.

Dimensi sosial lainnya terlihat dalam penyaluran pembiayaan kepada PT Toya Perdana Lhokseumawe untuk pembangunan fasilitas air bersih siap minum. Fasilitas itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ribuan rumah tangga di Kota Lhokseumawe.

Inisiatif ini berkaitan dengan SDG 6, yaitu tujuan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada akses terhadap air bersih dan sanitasi. Meski demikian, manfaat akhirnya akan ditentukan oleh keberhasilan pembangunan dan operasional fasilitas dalam menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Bagi BCA Syariah, tiga inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan perbankan syariah dapat mencakup lebih dari satu dimensi. Pengelolaan likuiditas mendukung aktivitas industri, wakaf produktif membuka ruang pemberdayaan ekonomi, sementara pembiayaan infrastruktur dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Tantangannya adalah memastikan setiap kerja sama berjalan efektif dan manfaatnya dapat diukur. Dengan pengelolaan yang tepat, kolaborasi perbankan, pengelola wakaf, dan pelaku usaha dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi keuangan syariah terhadap pembangunan berkelanjutan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *