JAKARTA MEDIA CENTER – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpantau mengalami tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir perdagangan pekan ini. Berdasarkan data bursa hingga Rabu (26/8/2026), pergerakan saham bank pelat merah tersebut masih berada di zona merah. Sentimen negatif pasar ini disinyalir kuat merupakan dampak dari eskalasi isu pemblokiran rekening donasi milik koordinator aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Saham BMRI sempat terkoreksi hingga ke level Rp4.190 per lembar saham setelah sebelumnya sempat ditutup di level Rp4.220.
Koreksi saham terpantau terus berlanjut hingga sesi perdagangan Rabu pagi karena pasar masih merespons dinamika boikot yang diserukan warganet di media sosial.
Isu ini bermula saat rekening Bank Mandiri milik Supriyono (Mas Botok), Koordinator AMPB, tidak dapat diakses. Rekening tersebut berisi saldo sekitar Rp80,9 juta yang merupakan gabungan dana pribadi dan donasi publik untuk logistik demonstran asal Pati di Jakarta.
Manajemen Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nasabah. Corporate Secretary menegaskan bahwa tindakan pembatasan rekening tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH) sesuai prosedur kepatuhan perbankan.
Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas menyatakan bahwa surat yang diajukan oleh penyidik Ditreskrimsus bukan merupakan pemblokiran permanen, melainkan mekanisme penundaan transaksi sementara selama lima hari kerja sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meskipun manajemen Bank Mandiri menyatakan tetap berkomitmen pada tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan prinsip kehati-hatian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredakan volatilitas saham di bursa. Publik di media sosial sempat menyuarakan kekecewaan yang berimbas pada sentimen jangka pendek terhadap reputasi digital bank dengan aset terbesar di Indonesia ini.


Leave a Reply