JAKARTA MEDIA CENTER – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 53 orang, sementara 135 orang dilaporkan terluka dan lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi. Bencana besar yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif ini mengguncang wilayah Flores sejak Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pemerintah daerah juga telah resmi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penyaluran bantuan.
Berikut adalah rincian data terbaru terkait dampak gempa tektonik kuat tersebut berdasarkan laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB):
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 53 jiwa. Sebagian besar korban berada di wilayah Flores bagian barat dan tengah.
Berikut sebaran korbannya:
Kabupaten Manggarai: 25 orang meninggal dunia.
Kabupaten Manggarai Timur: 20 orang meninggal dunia.
Kabupaten Sikka: 4 orang meninggal dunia.
Kabupaten Ende: 2 orang meninggal dunia.
Kabupaten Nagekeo: 1 orang meninggal dunia.
Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, ada 135 orang luka-luka yang saat ini dirawat di puskesmas dan rumah sakit terdekat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Pengungsian dan Kebutuhan Mendesak
Lebih dari 5.000 warga bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka hancur atau takut akan adanya gempa susulan.
Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka (3.356 jiwa) dan Kabupaten Manggarai (2.078 jiwa). Ratusan pengungsi lain tersebar di Nagekeo.
Para korban sangat membutuhkan tenda darurat, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, air bersih, serta genset karena aliran listrik di beberapa lokasi sempat padam.
Kerusakan Infrastruktur
Gempa dangkal sedalam 15 kilometer ini merusak ribuan bangunan di NTT:
Rumah Tinggal: 914 unit rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
Fasilitas Umum: 93 gedung sekolah, 36 fasilitas kesehatan (puskesmas dan rumah sakit), serta 38 kantor pemerintah mengalami kerusakan beragam mulai dari dinding retak hingga atap roboh.
Fasilitas Transportasi: Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada area terminal di lima bandara serta area operasional di dua pelabuhan (Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere).
Info Gempa Susulan dari BMKG
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peringatan dini tsunami setinggi maksimal 1,6 meter telah berakhir beberapa jam setelah gempa utama hari Sabtu. Namun, aktivitas tektonik di bawah laut masih terus terjadi. Hingga Minggu sore, tercatat ada 995 kali gempa susulan, dengan puluhan di antaranya bermagnitudo di atas 5,0 dan getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang kondisinya sudah retak atau tidak stabil.


Leave a Reply