Kucurkan Rp1.300 Triliun Jelang Tutup Tahun, Pemerintah Geber Ekonomi Kuartal IV-2026

JAKARTA MEDIA CENTER — Pemerintah memperkirakan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal IV-2026 akan mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Lonjakan belanja di pengujung tahun ini diarahkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap resilien.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam keterangannya di Jakarta. Menurutnya, tingginya alokasi belanja di kuartal terakhir merupakan instrumen penting untuk memberikan stimulus positif bagi perekonomian domestik.

“Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi, berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif. Ini yang kita cari,” ujar Suahasil, Selasa (20/10).

Kendati menggelontorkan anggaran dalam jumlah besar, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas fiskal melalui efisiensi yang ketat. Suahasil menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak dimaknai sekadar memangkas alokasi belanja, melainkan memastikan tercapainya target output secara optimal dengan tata kelola yang efektif.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan memastikan bahwa proyeksi defisit APBN 2026 secara keseluruhan akan tetap dijaga di kisaran 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau masih berada di bawah ambang batas aman 3%. Kondisi makroekonomi nasional juga dinilai masih cukup kuat untuk menyerap perputaran dana tersebut demi menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan hingga pergantian tahun.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *