Djarum Buka Suara Soal Isu Keluarga Hartono Alihkan Dana Rp24,6 Triliun ke Luar Negeri

JAKARTA — Manajemen PT Djarum angkat bicara guna mengklarifikasi laporan Bloomberg terkait adanya penempatan dana jumbo oleh keluarga Hartono di luar negeri yang mencapai sedikitnya 1,4 miliar dollar AS atau setara Rp24,64 triliun (kurs Rp17.600 per dollar AS). Djarum menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah upaya pemindahan aset akibat ketidakpastian ekonomi domestik, melainkan bagian dari ekspansi global dan integrasi rantai pasok perusahaan.

Manager Corporate Communications PT Djarum, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa transaksi tersebut merupakan aksi korporasi untuk mengakuisisi pabrik kertas khusus yang memproduksi pembungkus batang dan filter rokok. Aksi korporasi ini dilakukan melalui entitas Evergreen Hill Enterprise Pte dengan mengambil alih perusahaan global seperti Schweitzer-Mauduit International (SWM) dan Mativ (Tantapier). 

“Ini murni diversifikasi bisnis. Kami di Djarum memang mengakuisisi pabrik kertas untuk rokok, yaitu SWM dan Tantapier,” ujar Budi Darmawan kepada media, Jumat (11/9).

Budi juga meluruskan persepsi mengenai asal dana tersebut. Menurutnya, pendanaan untuk akuisisi luar negeri ini menggunakan fasilitas pinjaman dari lembaga keuangan asing, sehingga tidak menguras likuiditas atau modal yang ada di dalam negeri. Ia juga membantah adanya keterkaitan antara investasi ini dengan dinamika politik atau ekonomi makro di Indonesia. 

Pihak Djarum memastikan komitmen keluarga Hartono terhadap perekonomian nasional tetap berjalan penuh. Saat ini, lebih dari 90 persen total aset dan investasi strategis milik keluarga pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini tetap ditanamkan dan berputar di dalam negeri. 

Melalui klarifikasi ini, Djarum berharap masyarakat dan pelaku pasar dapat melihat langkah ekspansi global tersebut secara objektif sebagai strategi penguatan daya saing industri nasional di kancah internasional. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *