Haji Isam Gadaikan Saham Jumbo JARR dan PGUN ke Bank Mandiri Demi Muluskan Akuisisi Raksasa Batu Bara BYAN

JAKARTA MEDIA CENTER — Konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, melakukan langkah korporasi besar dengan menggadaikan puluhan miliar saham emiten yang dikendalikannya. Langkah ini dilakukan di tengah rencana ekspansi jumbo untuk mencaplok saham pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Oktober 2026, dua emiten di bawah kendali Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), mengonfirmasi adanya pengikatan gadai saham skala besar kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Rincian Aksi Gadai Saham Jumbo

– Saham JARR: PT Eshan Agro Sentosa selaku pengendali resmi menggadaikan 7.997.556.204 saham atau setara 100% kepemilikan saham pengendali di JARR kepada Bank Mandiri pada 30 September 2026.

– Saham PGUN: Selain JARR, pengendali juga menggadaikan sekitar 2,2 miliar saham PGUN dengan total keseluruhan akumulasi saham yang digadaikan mencapai kisaran 10,2 miliar saham (mencakup JARR dan PGUN).

Pengikatan jaminan ini dilakukan sebagai bagian dari perolehan fasilitas kredit atau penarikan dana segar dari Bank Mandiri.

Manajemen JARR menegaskan bahwa transaksi gadai saham ini murni ditujukan sebagai bagian dari pengikatan jaminan fasilitas kredit korporasi. Aksi ini dipastikan tidak menyebabkan dilusi kepemilikan, tidak mengubah modal ditempatkan dan disetor, serta tidak mengganggu kegiatan operasional maupun keuangan perseroan.

Dikaitkan dengan Mega Akuisisi Bayan Resources (BYAN)

Aksi gadai saham jumbo bernilai fantastis ini santer dikaitkan dengan kebutuhan pendanaan masif untuk memperkuat posisi Haji Isam di sektor energi.

Melalui perusahaan afiliasinya, PT Jhonlin Baratama, Haji Isam tercatat meneken perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) pada 1 Oktober 2026. Dalam perjanjian terbaru tersebut, Jhonlin Baratama meningkatkan porsi pembelian saham emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dari semula 10 miliar saham menjadi 10.084.088.370 saham.

Dengan transaksi penutupan sendiri (crossing) saham jumbo tersebut, kepemilikan tidak langsung Haji Isam di Bayan Resources kini mencapai 30,25%.

Kendati transaksi ini menyedot perhatian publik dan pasar modal Indonesia, jajaran direksi emiten terkait memastikan bahwa seluruh proses telah melalui prosedur hukum yang wajar serta tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha masing-masing perusahaan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *