JAKARTA MEDIA CENTER – Sejarah baru bagi pertahanan maritim Indonesia resmi tercipta. Kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Italia telah resmi bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kehadiran kapal ini menandai kepemilikan kapal induk pertama dalam sejarah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya (atau direncanakan dengan nomor lambung KRI Sriwijaya-100).

Kapal legendaris yang sempat menjadi andalan Angkatan Laut Italia ini diproyeksikan akan berbasis di Lanal Lampung. Selain meningkatkan wibawa maritim Indonesia di kancah regional, kapal induk ini membawa spesifikasi tempur dan kemampuan taktis yang luar biasa.
Spesifikasi Utama Giuseppe Garibaldi
Meskipun dikategorikan sebagai kapal induk ringan (light aircraft carrier), dimensi dan performa mesin Giuseppe Garibaldi tetap menjadikannya monster laut yang sangat disegani:
Dimensi Fisik: Memiliki panjang mencapai 180,2 meter, lebar dek penerbangan 30,4 meter, dan bobot perpindahan sekitar 13.850 ton.
Dapur Pacu: Menggunakan sistem pendorong Combined Gas and Gas (COGAG) yang digerakkan oleh 4 turbin gas. Sistem ini menghasilkan daya hingga 80.998 tenaga kuda untuk memacu kapal hingga kecepatan maksimum 30 knot dengan jangkauan operasional 7.000 mil laut.
Kapasitas Personel: Mampu menampung total hingga 825 awak kapal, termasuk kru inti, personel penerbangan, dan pasukan komando.
Kehebatan dan Multiperan di Lautan
1. Pangkalan Udara Terapung Fleksibel
Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan sekitar 18 hingga 20 pesawat dan helikopter. Struktur deknya dilengkapi dengan ski-jump untuk mendukung pesawat dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (Short and Vertical Take-Off and Landing/STOVL) seperti Harrier. Mengingat TNI AL saat ini belum memiliki jet tempur STOVL, operasional kapal akan dioptimalkan untuk berbagai helikopter taktis dan antikapal selam seperti EH101, SH90A, dan AB212.
2. Fungsi LHA (Landing Helicopter Assault) & Operasi Amfibi
Bukan sekadar membawa pesawat, kapal ini juga bertindak sebagai Landing Helicopter Assault (LHA). Artinya, Garibaldi dibekali kemampuan superior untuk mengangkut material tempur serta pasukan komando dalam jumlah besar untuk melancarkan serangan amfibi atau operasi serbuan udara lewat helikopter.
3. Pusat Komando dan Pengendalian Otak Armada
Salah satu keunggulan terbesar kapal ini berada pada fungsi Command and Control (C4). Garibaldi dibekali sistem komunikasi dan radar canggih terintegrasi yang memungkinkannya menjadi kapal markas atau pusat komando utama untuk mengendalikan seluruh pergerakan gugus tempur armada laut maupun udara secara bersamaan.
4. Berpengalaman dalam Tempur Global
Sebelum dihibahkan ke Indonesia, Giuseppe Garibaldi memiliki rekam jejak operasi militer internasional yang sangat panjang di bawah bendera NATO dan PBB. Kapal ini pernah diterjunkan langsung dalam Operation Restore Hope di Somalia, konflik di Yugoslavia dan kawasan Adriatik, Operation Enduring Freedom di Afghanistan, hingga operasi militer di Lebanon dan Libya.
Kedatangan Giuseppe Garibaldi di Jakarta mempertegas komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan perairan Nusantara sekaligus memperkuat proyeksi kekuatan maritim nasional di era modern.


Leave a Reply