Keracunan Massal di Sidoarjo: Ratusan Santri Masuk RS Usai Makan Menu MBG

Written by

in

JAKARTA MEDIA CENTER – Ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Selasa, 1 September 2026. Kasus terbesar terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, di mana dari total sekitar 1.000 santri yang mengonsumsi, tercatat sebanyak 293 hingga 431 santri dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat mengalami mual, muntah, sesak napas, hingga kejang. 

Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat setidaknya 293 santri dirawat intensif, sementara pihak pengasuh ponpes menyebut ada 431 santri yang harus dievakuasi ke rumah sakit karena kondisi fisik yang berbeda-beda.

Keracunan tidak hanya menimpa santri Ponpes Manba’ul Hikam. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa siswa dari beberapa sekolah lain di wilayah operasional yang sama juga bergejala serupa setelah menyantap menu katering yang sama. 

Makanan bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, dengan menu berisi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncit/sayur, dan buah apel. Berdasarkan kesaksian korban, olahan sayur dicurigai menjadi pemicu utama. 

Paket makanan MBG tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB dan dikonsumsi para santri sekitar pukul 13.00 WIB selepas salat Zuhur. Memasuki waktu Asar, para korban mulai mengeluhkan mual, dan kondisi massal memburuk pada waktu Magrib hingga membutuhkan evakuasi puluhan ambulans. 

Pemerintah daerah bergerak cepat mendistribusikan para korban ke delapan rumah sakit. Berdasarkan laporan TIMES Indonesia dan detikjatim, sebaran pasien meliputi:

RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menampung korban terbanyak (sekitar 80 hingga 200 santri).

RSI Siti Hajar Sidoarjo merawat sekitar 19 hingga 58 pasien.

RS Delta Surya merawat sekitar 12 hingga 15 pasien. RS Pusura Gelam merawat 9 pasien. 

Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah yang menyuplai makanan ke 19 lembaga di wilayah tersebut. 

Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan tidak ada korban jiwa (meninggal dunia) dalam insiden ini dan seluruh biaya penanganan medis telah tertangani dengan baik oleh pemerintah daerah. 

“Semua pasien tertangani dengan baik. Jadi kalau ada berita yang meninggal itu, enggak benar,” tegas Subandi.

Pihak berwenang membantah isu bahwa keracunan disebabkan oleh makanan acara Maulid Nabi di dalam pondok, dan menegaskan bahwa sumber murni berasal dari katering program MBG eksternal.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *